POLITIC
BiografiBeruntung baginya bahwa Ikang terlahir dari orang tua yang mencintai Musik dan memberi dorongan terhadap bakat yang dimilikinya. Ayahnya, H. Fawzi Abdulrani adalah pencipta lagu, pemain gitar dan penyanyi. Aliran musik sang Ayah boleh jadi berbeda dengan Ikang yng konsisten dengan aliran musiknya, Rock. "Kalau Beliau senang musik Hawaian dan Keroncong", jelas Ikang tentang aliran musik sang Ayah yang pernah dijuluki 'The Singing Ambassador' oleh teman - temannya yang orang asing. Sementara ibunya, Hj. Setia Nurul Muliawati Fawzi (Alm.), adalah orang terdekat bagi Ikang. Lebih dari itu, sang Ibu merupakan pendorong dan pemberi semangat yang terbesar baginya dalam bermusik. Walaupun tak ada satupun saudaranya yang tertarik menjadi Artis seperti dirinya, Ikang cukup senang karena mereka semua mengerti dan bisa bermain musik. "Semua saudara menyenangi musik dan bisa bermain musik. kita sering ber Jam Session di rumah".
Keluarga
Tahun 1984, ada satu film yang disutradarai oleh Sophan Sophiaan, judulnya TINGGAL LANDAS BUAT KEKASIH. Film ini tidak akan pernah hilang dari dari memori Ikang. Di situlah ia bertemu dan menjalin keakraban dengan Marissa Grace Haque, SH, yang kini setia mendampingi Ikang sebagai isteri tercinta. Walaupun ada tangan lain yang turut membantu, tepatnya tangan lain itu adalah milik Rima Melati, tetapi keputusan akhir tetap ada dalam tangan Ikang sendiri."Tentang dia? Saya sih OK - OK saja. Fisik OK, iman OK, wawasan OK. Berarti harus kawin sama gua! Alhamdulilah jadi juga! She is the best woman for me", jelasnya tentang wanita terbaik dalam hidupnya, Marissa Haque.
Sekarang mereka tidak hanya berdua mengarungi hidup berkeluarga. Ada 2 puteri manis yang mulai beranjak remaja ikut mewarnai hidup Ikang & Marissa. Puteri pertama, Isabella Muliawati Fawzi dan yang kedua Marsha Chikita Fawzi.Sebagai orang tua, Ikang dan Marissa memilih jalan yang paling demokratis bagi pendidikan kedua puterinya.
"Marissa sangat concern terhadap pendidikan anak. Kami berdua sebagai orang tua hanya memberikan motivasi dan saran pendidikan seluas - luasnya buat mereka, tapi mereka bebas memilih dan mengembangkan potensi yang ada sesuai bakat dan minat mereka masing - masing" demikian paparnya.
Menjadi tenar, sibuk dan aktif ternyata tidak membuat ikang menomorduakan keluarga. Sulitkah baginya dalam membagi waktu? "Tidak terlalu sulit. Semua unit usaha yang saya jalankan berhubungan. Di samping itu manusia diciptakan Tuhan sebagai makhluk yang paling mulia, punya akal, & selalu berkembang." jelasnya. Bertolak dari situ, Ikang berusaha mengatur waktu seefektif dan seefisien mungkin, sehingga apapun yng dikerjakannya bisa memberikan kontribusi yang optimal bagi setiap bidang. "Saya selalu ingin memberikan nilai tambah, menggairahkan dan menyenangkan lingkungan kerja dan keluarga saya," tegas Ikang dalam hal komitmen dirinya terhadap karier dan keluarga

