| DUA
SISI IKANG FAWZI
IKANG FAWZI. YA! Nama yang identik dengan sosok vokalis rock Indonesia
itu kembali meluncurkan album solonya. Bersama MALTA MUSIC INDONESIA,
Ikang mempersembahkan karya terbarunya bagi Anda pecinta musik Indonesia
di seluruh nusantara sekaligus menjadi obat penghapus rindu untuk
para penggemar setianya.
Album yang bertajuk DUA SISI ini bisa jadi juga album pembuktian
eksistensi Ikang sebagai penyanyi dan pencipta lagu, setelah cukup
lama disibukkan oleh kegiatan usahanya di bidang properti. Ibaratnya
sekeping mata uang, satu sisi karya Ikang Fawzi sebagai seorang
pebisnis tak akan utuh jika tidak disertai dengan sisi baliknya
yang menampilkan dunianya sebagai pekerja seni. Lagu-lagu yang ditulis
di sela hari kerjanya membutuhkan penyaluran, dan album ini dapat
dianggap sebagai wadah personalnya. DUA SISI dapat juga berarti
langkah baru seorang Ikang berkarya. Dua sisi kebaruan dapat Anda
temui pada materi-materi lagu di album ini. Satu sisi materi album
ini menampilkan karya GRESS Ikang dan di sisi lain juga mengetengahkan
lagu-lagu yang ditulis oleh musisi muda seperti BAIM Ex ADA BAND,
IPANG vokalis yang kini tergabung dalam BIP serta IAN & MOLDY
MUKTIO, gitaris OPICK BAYOU and ANDI ARIEF serta si biola hijau
HENDRI LAMIRI.
Lalu, apa Ikang Fawzi masih mampu meneriakkan nada-nada tinggi
lagu rock? Pertanyaan itu sering diucapkan orang ketika pertama
kali mendengar akan hadirnya album ini. Apa itu juga yang Anda pikirkan
? Jawabannya bisa didapat jika kita menyimak satu persatu mater
yang ada di dalam karya keenam Ikang Fawzi ini.
PREMAN BERDASI, lagu yang ditulis oleh Ikang ibarat sebuah sequel
salah satu hits lawasnya. Jika PREMAN lebih bercerita tentang kehidupan
keras jalanan maka Preman Berdasi menyorot kepada kejahatan white
collar di negeri ini. Kritik pedasnya dilantunkan dengan gaya
bernyanyi yang garang berbalut kemarahan. Berbeda dengan lagu itu,
RUMAHKU SURGAKU dilantunkan Ikang dengan manis untuk menyampaikan
suasana harmonis kehidupan berkeluarga. Seperti juga di beberapa
lagu yang bertemakan cinta, baik yang ditulis oleh musisi muda diatas
atau HENDRY HRP dan Raidy Noor, nampaknya Ikang tetap menunjukkkan
kekhasan vokalnya; serak dan berartikulasi jelas. Eksplorasi gaya
bernyanyi Ikang mendekati trend sekarang dapat kita jumpai pada
TRAGEDI ANAK BUANGAN. Di lagu yang ditulis oleh para suami keluarga
HAQUE (IKANG, EKKI SOEKARNO dan GILANG RAMADHAN) ini Ikang bernyanyi
ala vokalis grup pengusung aliran Hip Metal.
Satu yang spesial di album Dua Sisi adalah dilantunkannya kembali
lagu lawas Ikang yang berjudul SALAM TERAKHIR. Lagu yang aslinya
ditulis Ikang untuk album keduanya; RANDY & CINDY (1986) diaransemen
ulang oleh Raidy Noor dengan menambahkan string section
dan duet vokal dengan putrinya, BELLA. Hasilnya menjadi lebih megah
dengan sound kini namun tetap dapat membangkitkan kenangan.
Salam Terakhir juga yang dipilih sebagai single pertama dari album
ini. Di video klip lagu ini, Ikang Fawzi menyanyikan lagu Salam
Terakhir di dalam sebuah kamar. Story line diawali dengan seorang
anak yang tertangkap basah oleh ayahnya sedang OD (over dosis).
Ketika masuk ke intro lagu, cerita kembali pada masa sang anak kecil
hingga dewasa. Setting yang dipakai tetap memakai satu kamar yang
sama, namun perubahan setting yang terjadi mengikuti perubahan umur
tokoh utamanya. Uniknya, kita akan dibawa sebagai satu pengamat
yang still dan mengikuti perkembangan kehidupan sang anak
dari kecil hingga dewasa – dari anak polos hingga mengenal
“kebandelan”. Ikang Fawzi hadir sebagai “penutur”
dan pengamat dalam kamar tersebut. Dengan alur terbalut pada awalnya,
klip ini akan membuat suatu gambaran dengan “waktu”
sebagai tema utamanya.
Demikian kilasan, Dua Sisi Ikang Fawzi sebagai pembuktian karya
inovasinya yang menghasilkan nuansa baru dalam karakter bernyanyi
Ikang Fawzi tanpa meninggalkan harapan penggemar lamanya. Semoga
album ini dapat menambah pembendaharaan album rock berteks Indonesia
dalam katalog Anda. ROCK YOU !
|